Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘aku yang berbeda’

Aku yang berbeda

Cerita tentang Aku yang berbeda.

oleh shermanlove 

Bagian satu

Hari ini mendung kemungkinan akan hujan lebat memang akhir-akhir ini cuaca yang berubah-ubah. Hari ini aku ada janji dengan seseorang yang ingin ketemu aku. Hembusan angin diluar terasa dingin membuat badan ini terasa beku menunggu seseorang yang belum datang. Apa dia mau datang kalo terjadi hujan seperti ini. Mudah-mudahan tidak terjadi hujan, aku menunggu sambil mendengarkan walkman pemberian kakak aku, kebetulan lagunya lagu peterpan yang judulnya menunggumu. Pas banget dengan situasi sekarang ini, Tetapi harapan itu sirna setelah hujan mengguyur kota ini, setelah menunggu beberapa jam hujan pun reda, tapi aku berfikir lagi apa dia mau datang setelah hujan lebat seperti tadi. Waktu sudah menunjukan jam 5 sore, padahal janjian jam 3 sore. Selang beberapa lama datanglah sesosok gadis berkerudung dengan senyum manis yang menggoda jiwa bagi setiap lelaki yang melihatnya.
”Assalamualaikum”
“Wa alaikum salam” jawab aku dengan hati yang deg-degan.
aku baru pertama kali bertemu seorang gadis yang wajahnya memancarkan cahaya.
“Apa ini bidadari yang turun dari langit?”Tanya dihati aku yang masih penasaran tentang dia.
“Kamu Aaliyah” dengan kata yang terbata-bata.
“Iya, aku Aaliyah”
“Aku Ali.”
“Salam kenal yach”
Sejak itu kita ngobrol-ngobrol baik itu soal kegiatan apa aja baik kegiatan kuliah maupun tentang segala hal. Sejak itu kita sms-an, telpon walaupun sekedar menanyakan kabar.
Hari semakin berlalu. Sejak perkenalan itu kita sering jalan bareng. Oh iya Gadis ini bernama Aaliyah sekarang kuliah di Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional semester 5. Sekarang ini dia tinggal bersama om dan tantenya di Jakarta, maklum orangtua di luar negeri menjadi diplomat disana.
Seiring dengan waktu dengan kesibukan masing-masing, kita sekarang jarang ketemu. Karena aku sekarang ini sibuk dengan pekerjaan dan kuliah aku. Maklumlah sekarang ini aku kuliah dengan beasiswa dari orang lain, jadi aku berkonsentrasi dengan kuliah aku. Walaupun kita jarang ketemu kita tetap berkomunikasi lewat sms walaupun sekedar menanyakan kabar.
Sekarang ini, aku sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk maklumlah sekarang aku kerja sambil kuliah berangkat pagi, pulang malam. Ditambah lagi tugas-tugas kuliah yang harus dikumpulkan. Maklumlah sekarang sudah masuk ujian akhir semester. Dan semester sekarang adalah semester terakhir dan segera menyusun skripsi.
Pada hari ini aku mau bertemu dengan Aaliyah. Kebetulan aku sudah lama tidak ketemu dengan dia.
Hari semakin siang diterik matahari yang panas.
Hari ini aku janjian di kampus di di Universitas Indonesia. Kebetulan hari ini aku cuti kerja jadi aku bisa ketemu dia.
Langsung aku melaju dengan motor bututku.maklumlah hasil dari jerih payah aku sendiri, Tapi di tengah jalan motorku mogok.
“waduh, kenapa lagi nich..motor…?”
“gak boleh orang senang apa?”
Waktu sudah menunjukan jam satu lewat padahal janji jam setengah dua.
Aku mendorong motor menuju bengkel terdekat. Setelah mendorong motor menuju bengkel terdekat, hujan tiba-tiba membasahi aku dan motorku, terpaksa aku berteduh dibawah warung makan, sambil menunggu hujan reda aku melihat kanan-kiri , aku melihat makanan di warung yang membuat aku menjadi lapar, maklumlah tadi aku belum sarapan apalagi makan siang., tapi aku tahan karena tujuan aku adalah menuju kampus tempat Aaliyah kuliah.
Hujan pun berangsur-angsur reda, aku mulai mendorong motor butut sialan ini lagi.
“mana bengkelnya, sudah hampir 1 km aku mendorong motor ini?.”
Keringat ini mulai bercucuran membasahi wajah dan bajuku.Tapi aku belum menyerah sampai disini untuk ketemu dia.karena aku sudah janji.
Tidak lama kemudian, sampailah aku dibengkel terdekat. Hampir setengah jam aku menunggu motor butut sialan ini diperbaiki, biarpun motor butut sialan ini, motor ini banyak berjasa mau mengantar aku kemana saja yang aku mau, tapi hal yang menjengkelkan ini mogok ditengah jalan.
Setelah menunggu beberapa lama. Akhirnya motorku bisa kembali normal. Setelah mengurus pembayaran. Langsung aku menyalakan starter dan langsung menjalankan motorku
“wuiizzzzzzzzzz” dengan kecepatan 60-km/perjam aku langung tancap gas menuju kampus Aaliyah. Ditengah perjalanan aku merasa gak enak dengan motor aku, kontan saja aku langsung lihat ban motor aku, ternyata banku bocor
“ Ya , Allah mengapa hari ini aku sial banget”
“udah tadi motor aku mogok, sekarang ban aku bocor lagi”
“Sial gak ketulungan nich”
“Apes….Apess!!!!.”
“Jangan-jangan motor nich perlu mandi kembang 7 rupa nich biar gak sial lagi”
“Ya, sudahlah sekarang ini pasrah aja dech dengan apa yang terjadi hari ini”
“Yang penting aku gak menyerah untuk ketemu dia”
Sambil mendorong motor butut sialan ini aku mencari bengkel tambal ban aku berdoa
“ Ya Allah, lancarkan perjalanan ini,”
“Ya Allah.Mudahkan aku dalam segala hal”
Tidak berapa lama, aku sampai di bengkel tambal ban.
Detik demi detik, menit demi menit aku menunggu agar aku bisa melanjutkan perjalanan ini. Setelah menunggu beberapa lama selesai juga motor aku.
Aku langsung tancap gas menuju kampus yang semakin dekat letaknya.Kira-kira 2 km lagi.
Baru setengah perjalanan aku distop oleh polisi kebetulan ada razia rutin di daerah Jakarta selatan.
“ Selamat siang, pak”
“siang”
“bisa tunjukan SIM dan STNK?”
‘”bisa, pak”
Langsung aku kasih SIM dan STNKnya
“ Bisa bapak ikut saya ke pos?”
“waduh, pikiran aku jelek nich”
Maklumlah aku baru pertama kali berhadapan dengan polisi
“STNK bapak sudah habis waktunya”
“waduh bener khan, pasti kaya gini kejadiannya’
“jadi gimana, pak? Kataku sambil memelas.
“motor saudara akan kami bawa ke kantor polisi?”
“waduh, jangan pak?”
“saya lagi buru-buru nich,pak?”
“jadi gimana baiknya, agar motor saya gak di bawa, pak?”
“kita damai aja, pak?”
Sambil mengeluarkan dompet yang isinya cuma Rp.50.000
“anda berusaha menyogok polisi yach?”
“tidak pak?
“kebetulan saya lagi buru-buru?”
Tiba-tiba ada yang menepuk dipundak.
“Ada yang gak beres, pak?.”
“iya, komandan”kata salah satu polisi yang berpangkat sersan.
Ternyata komandan itu adalah teman aku waktu masih di SMA
“ Joko yach??”
“Ali..!”
“Pa kabar?.”kata komandan joko
“baik” kataku.
Setelah beberapa ngobrol beberapa lama, aku dibebaskan dengan perintah komandan”
“hebat banget tuch joko, sudah jadi komandan polisi. Sekarang dia beda sekali sama waktu SMA. Dulu dia anaknya pendiam, tidak banyak omong, sekarang sudah jadi komandan polisi.
“gila bener!!!!” salut buat komandan joko
Waktu sudah menunjukkan waktu jam setengah dua lewat.
“kenapa hari ini aku sial terus?”
“ada apa?.” Tanyaku.
Tanpa harus menunggu lama aku terus melanjutkan perjalanan menuju kampus.
Setelah beberapa menit aku sampai di kampus Aaliyah. Langsung aku masuk ke gerbang kampus dan ke parkiran motor. Sambil melangkah dengan jantung berdegup kencang…semakin lama…semakin kencang…
“dag..dig..dug..dag dig dug”….akhirnya….aku ketemu dengan dia setelah seharian kejadian menimpa aku.
“sabar..sabar….”

Bersambung……

Iklan

Read Full Post »