Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2008

Dibawah ini adalah cerita yang pernah dikirim lewat milist. mungkin teman-teman pernah mendengarnya cerita ini. mudah-mudahan ini sebagai renungan kita sebagai manusia yang mempunyai CINTA.

“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi
tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah
kesia-siaan”

MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT?

Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset
Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau
juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia.

Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali.

Silahkan baca dan dihayati.

*MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT* – – – sebuah perenungan

Buat para suami baca ya … istri & calon istri juga boleh..

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan
sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat
istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.. mereka menikah sudah lebih 32 tahun.

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya
melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu
terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah
bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan
mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan
istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum,
untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga
siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang
memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya
nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno
sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia
merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang
anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil
menjenguk Ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan
keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan Ibu mereka dia yg merawat, yang dia
inginkan hanya satu … semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali
merawat Ibu semenjak kami kecil melihat Bapak merawat Ibu tidak ada sedikitpun
keluhan keluar dari bibir Bapak. … bahkan Bapak tidak ijinkan kami menjaga Ibu”.
dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat
kalinya kami mengijinkan Bapak menikah lagi, kami rasa Ibupun akan
mengijinkannya, kapan Bapak menikmati masa tua Bapak dengan berkorban seperti
ini kami sudah tidak tega melihat Bapak, kami janji kami akan merawat Ibu
sebaik-baik secara bergantian …”

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.”Anak2ku …
Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin Bapak akan
menikah … tapi ketahuilah dengan adanya Ibu kalian disampingku itu sudah lebih
dari cukup, dia telah melahirkan kalian … sejenak kerongkongannya tersekat …
kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak
satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya Ibumu apakah dia
menginginkan keadaannya seperti ini?

Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan
Ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan Bapak yg masih diberi Tuhan
kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan Ibumu yg masih sakit.”

Sejenak meledaklah tangis anak2 Pak Suyatno merekapun melihat butiran2 kecil
jatuh dipelupuk mata Ibu Suyatno … dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat
dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu
stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan
kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat sendiri Istrinya yg
sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir
di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak
Suyatno bercerita.

“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi
tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah
kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu
dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan
batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2 …

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama … dan itu merupakan
ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa
adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,”

sumber : MILIST

Read Full Post »