Feeds:
Tulisan
Komentar

Bila Aku Jatuh Cinta

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu…
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !

Sumber : http://www.dudung.net/artikel-islami/bila-aku-jatuh-cinta.html

Surat Untuk Yang Tersakiti

Teruntuk seseorang yang pernah ku sakiti. Teruntuk seseorang yang kecewa dengan tingkahku selama ini, untuk dia yang terus berdiam diri, untuk seseorang yang pernah mengisi namanya dihatiku ini.

Assalamu’alaikum wahai engkau yang pernah tersakiti,

Lama kita tidak saling mengirim kabar, teramat lama juga kita membangun luka antara sesama kita. Maafkanlah aku yang terus kecewa, maafkan aku yang begitu posesif ingin melindungimu namun aku tak pernah mengerti cara yang dewasa yang kau anggap baik untuk melindungimu. Maafkanlah aku yang tak pernah dewasa dalam mengambil sikap. Teramat lama aku ingin segera mengakhiri perang dingin ini. Teramat lama aku ingin kita kembali berteman seperti dulu lagi, tanpa harus ada makian antara aku dan kamu. Teramat lama dan telah teramat sesak aku menunggu waktu yang tepat untuk mengucapkan kata maaf ini. Maka maafkanlah aku. Apakah engkau harus terus memegang kata: tidaklah mudah untuk memaafkan. Bukankah Tuhan saja Maha Pemaaf, namun mengapa aku atau engkau tidak mampu memaafkan? Sudah menjadi tuhan-tuhan kecilkah kita? Atau memang engkau telah memaafkan segala kesalahanku? Namun mengapa telah terputus tali silaturahmi diantara kita? Jangan seperti itu. Sungguh jangan seperti itu. Janganlah begitu mudah memutuskan sesuatu yang berat, janganlah begitu mudah membenci sesuatu. Hal yang engkau anggap ringan itu sebenarnya adalah sesuatu yang berat di mata Allah. “Dan janganlah kebencianmu pada suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil.” Masih ingatkah engkau suatu kisah, dimana engkau bercerita: “Aku pernah memiliki seekor domba, dulu domba itu begitu kusayang. Kemana aku pergi domba itu mengikutiku, dan kemana domba itu beranjak akupun mengikutinya. Namun suatu hari aku amat begitu buruk dan membencinya, domba itu mulai sering mengomel. Dia mengoceh betapa aku harus lebih sering mandi, dia terus berkelakar bahwa tidak baik jika aku tidak mandi. Dia mulai sering mengkritikku. Aku marah. Aku ku tinggalkan domba itu sendiri. Tidak peduli dia mau mati atau terisak nangis sendiri. Bahkan domba itu mulai membentak bahwa selama ini aku tidak ikhlas menemaninya, padahal aku ikhlas.” Dan aku pun tersenyum mendengar kisahmu. Aku pun berkata, “Mengapa tidak kau temani lagi dombamu yang sedang merajuk itu?” Kau pun ketus menjawab, “TIDAK! Dia bukan dombaku!” Tahukah engkau wahai seseorang yang pernah ku sakiti, aku pun kini merasakan apa yang dialami oleh domba itu. Terlalu sakitkah dirimu sehingga engkau begitu membenciku dan menjadikan aku laksana domba dalam ceritamu? Jangan seperti itu. Sungguh jangan seperti itu. Janganlah engkau seperti Yunus ketika meninggalkan kaumnya karena kemarahannya akibat kezaliman kaumnya dan Allah pun memperingatkan Yunus, “Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.” Dulu kita pernah berteman baik sekali, hingga aku pun mengerti kapan kau akan sakit dalam tiap-tiap bulanmu. Dulu engkau begitu pengasih, hingga tahu betapa aku menginginkan sesuatu dan engkaupun memberikannya. Dulu, kita berdua begitu baik. Namun mengapa setelah datang kebaikan, timbul keburukan? Sedari awal, aku telah memaafkanmu. Bahkan aku merasa, kesalahanmu di mataku adalah akibat salahku. Aku yang memulai menanam angin, dan aku melihat badai di antara kita. Badai dingin yang amat begitu menyesakkan. Paling tidak untukku. Jangan takut jika engkau khawatir perasaan cinta yang dulu melekat akan kembali timbul. Aku bukanlah seorang baiquni seperti yang dulu lagi. Aku telah mengubah sudut pandangku tentang seseorang yang layak aku cintai. Aku sekarang sedang mencari bidadari. Ingin aku bercerita kepadamu, kandidat-kandidat bidadariku. Mengapa setelah habis cinta timbul beribu kebencian. Mengapa tidak mencoba membuka hati untuk seteguk rasa maaf. Jujur, bukan dirimu saja yang tersakiti, namun aku juga. Namun aku mencoba membuang semua sakit yang begitu menyobek hati. Andai engkau tahu wahai engkau yang pernah kusakiti. Pernahkah engkau menangis karenaku seperti aku menangis karenamu? Seperti aku terisak dihadapanmu. Pernahkah? Mungkin dirimu telah menemukan seseorang yang begitu engkau sayangi. Seseorang yang mampu membangkitkan hidupmu lagi, tetapi aku? Pernahkah engkau berpikir betapa hal yang engkau lakukan terhadapku begitu berdampak laksana katrina. Bahkan setelah itu aku masih memaafkanmu, bahkan aku menunduk memintamu memaafkan aku. Sudah menjadi tuhan kecilkah dirimu? Bahkan Tuhan saja memaafkan. Tahukah wahai engkau yang pernah tersakiti, betapa aku meneteskan air mata saat menulis ini. Betapa aku seolah pendosa laksana iblis yang terkutuk. Apakah engkau mengerti apa yang kurasakan? Mengertikah dirimu? Tak pernah ada manusia yang luput dari suatu kekhilafan. Tidak aku, tidak juga kamu wahai engkau yang pernah tersakiti. Maka, bukalah pintu maafmu itu. Untuk surat ini, untuk kekhilafanku yang lampau, untuk kenangan yang membuatmu sakit, untuk segala sesuatu tentang kita, aku minta maaf. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Oleh : Muhammad Baiquni

Sumber : http://www.dudung.net/artikel-bebas/surat-untuk-yang-tersakiti.html

Love Is Blind..

love is blind

LOve is Blind but love is True

sweetheart…

Sering aku berharap pada seseorang yang aku sayangi dia kembali ke pelukan dalam hati ini. Tapi apakah semua itu mungkin terjadi dikala saat ini semua berubah, tapi dalam keyakinan ini masih percaya bahwa suatu saat dia akan kembali ke hati ini karena hanya waktu yang bisa jawab semua itu. Pengorbanan yang selama ini aku lakukan dengan suatu ketulusan  bukan suatu keterpaksaan karena semua ku lakukan karena aku sayang sama dia, kadang ku berfikir semua kembali normal seperti aku baru mengenal dia. Nasi sudah menjadi bubur yang terjadi sudah terjadi dan takkan bisa terulang lagi. Kadang hati ini merasa menyesali apa yang aku lakukan sama dia, tapi yang aku lakukan selama ini sama dia hanya karena dia berubah keyakinannya. Apa aku terlalu memaksa dia untuk mencintai aku padahal dia sudah tidak cinta lagi. Semua masalah pasti ada solusinya. Kadang kuberfikir apa ini semua salahku sehingga dia meninggalkan aku sendiri disini. Aku hanya ingin memperbaiki semuanya dan mempertahankan hubungan ini. Kejujuran dan kebohongan yang seharusnya bisa diselesaikan belum bisa terselesaikan dengan baik hanya karena keegoisan masing-masing. Masalah demi masalah muncul hanya karena keegoisan yang mencapai klimaksnya diputuskan hubungan ini. Pengorbanan yang aku lakukan hanya sebagiankecil yang akulakukan, semua aku bisa lakukan demi dia, aku rela meninggalkan orang aku sayangi demi dia apa aku salah memilih, penyesalan yang tak ada arti. Sering ku berdoa pada Allah SWT dengan perasaanku saat ini, bila dia memang jodoh aku jodohkanlah, kalau memang bukan jodoh hilangkan perasaan sayang ini dari ke dia, tapi kenapa allah belum mengabulkan permohonan ini semua perasaan sayang masih ada, apakah dia juga masaih sayang sama aku. Aku hanya diam dan diam bagaiamana cara untuk menghilangkan perasaan ini. Kenapa aku belum bisa mencintai orang lain selain dia, apakah hikmah dibalik perasaan ini?Aku hanya bisa berharap dan berdoa untuk bisa bertahan dengan perasaan ini dan menjalani semua dengan tenang. Apakah dia juga merasakan apa yang saya rasakan…(continued)..

Cinta..

Terkadang rasa ini ingin memeluknya, kadang rasa ini ingin menciumnya…semua sudah berubah dan berubah seiring dengan waktu tak ada rasa, tak ada cinta yang menghinggapi cinta didalam hatinya semua hanya diam, diam untuk menunggu waktu yang tepat untuk meluapkan perasaan ini, kenapa perasaan ini selalu yakin dan yakin.

kenapa didunia ada cinta. Cinta bisa membuat orang sakit, senang, rindu, kangen, tapi itulah cinta yang selalu ada didalam hati semua orang. Entah apa jadinya kalau tidak ada cinta semua kosong semua hampa, tapi kadang cinta bisa membuat orang menjadi gila karena cinta…kadang ku berfikir kenapa kita diberi perasaan cinta yang mendalam ketika kita mengenal cinta apa allah memberikan suatu anugerah dengan adanya cinta. Padahal cinta bisa membawa kebencian pada seseorang…tapi juga bisa membawa kebahagiaan pada seseorang…itulah rumitnya cinta.

shermanlove

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »