| Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan |
|
Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Suatu saat perempuan itu berkata padanya, “Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri.” Tapi lelaki itu malah menjawab, “Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, “Aku memutuskan untuk encintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik.” Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati… terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan… Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati disini Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka |
Sumber : www.dudung.net

Nice one you post here..
Keep it up..
Ev a fab day around ^_^v
Bagus banget, jadi terinspirasi!
Cinta itu harus di buktikan dengan perbuatan, ga hanya kata2 yg keluar dr bibir & terkadang ga sesuai dengan hati. Maka dari itu, lakukan yg terbaik utk kebahagiaan orang yg kita cintai…